Arya Flower

Facebook : Tanaman Hias Salatiga
Email : ari.complex@yahoo.co.id
YM : ari.complex
Phone & Whatsapp : 0813 1030 7553
BBM : 5B43F148


Arya Flower Menyediakan Rumput Gajah Mini & Rumput Jepang Untuk Kebutuhan Taman Anda.
Rumput Lamuran, Gajah liar untuk kebutuhan proyek.
Arya Flower merupakan kontraktor pohon besar, kami menyediakan dan menerima pesanan pohon hias, pohon penghijauan, pohon langka, pohon fosil.
Pohon Kamboja Fosil, Pohon Pule Besar, Pohon Body, Pohon Gayam, Pohon Flamboyan, Pohon Sepatu Dea, Pohon Baringtonia, Pohon Mojopahit, Pohon Kupu - Kupu, Aneka Palem, dll. Apapun kebutuhan tanaman anda, silahkan hubungi kami.
Kami juga melayani pembuatan taman, taman kolam, kolam ikan, kolam air mancur.
Arya Flower juga melayani proyek yang membutuhkan tanaman / pohon penghijauan.
Tampilkan postingan dengan label Cara Menanam Sengon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Menanam Sengon. Tampilkan semua postingan

Senin

Budidaya Pohon Sengon / Albasia

Budidaya Sengon
 
Sebelum anda memutuskan untuk budidaya pohon sengon, ada beberapa hal yang perlu anda ketahui yang berkaitan dengan tanaman ini. Banyak faktor yang menentukan berhasil dan tidaknya dalam budidaya pohon sengon. Maka sebelum anda memutuskan untuk memulai membudidayakan pohon sengon, beberapa hal wajib anda ketahui mulai dari tanaman itu sendiri, tempat yang cocok, dan juga kegunaan dari pohon sengon.
Beberapa hal berikut mungkin bermanfaat bagi anda.

1. Tanah
Tanaman Sengon dapat tumbuh baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan kemasaman tanah sekitar pH 6-7.
2. Iklim
Ketinggian tempat yang optimal untuk tanaman sengon antara 0 – 800 m dpl. Walapun demikian tanaman sengon ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Sengon termasuk jenis tanaman tropis, sehingga untuk tumbuhnya memerlukan suhu sekitar 18 ° – 27 °C.

2. Curah Hujan
Curah hujan mempunyai beberapa fungsi untuk tanaman, diantaranya sebagai pelarut zat nutrisi, pembentuk gula dan pati, sarana transpor hara dalam tanaman, pertumbuhan sel dan pembentukan enzim, dan menjaga stabilitas suhu. Tanaman sengon membutuhkan batas curah hujan minimum yang sesuai, yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering, namun juga tidak terlalu basah, dan memiliki curah hujan tahunan yang berkisar antara 2000 – 4000 mm.
Kelembaban juga mempengaruhi setiap tanaman. Reaksi setiap tanaman terhadap kelembaban tergantung pada jenis tanaman itu sendiri. Tanaman sengon membutuhkan kelembaban sekitar 50%-75%.
Keragaman Penggunaan dan Manfaat Kayu sengon. Pohon sengon merupakan pohon yang serba guna. Dari mulai daun hingga perakarannya dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan.

3. Daun
Daun Sengon, sebagaimana famili Mimosaceae lainnya merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi. Jenis ternak seperti sapi, kerbau, dfan kambingmenyukai daun sengon tersebut.

4. Perakaran
Sistem perakaran sengon banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium. Hal ini menguntungkan bagi akar dan sekitarnya. Keberadaan nodul akar dapat membantu porositas tanah dan openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon sengon dapat membuat tanah disekitarnya menjadi lebih subur. Selanjutnya tanah ini dapat ditanami dengan tanaman palawija sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani penggarapnya.

5. Kayu
Bagian yang memberikan manfaat yang paling besar dari pohon sengon adalah batang kayunya. Dengan harga yang cukup menggiurkan saat ini sengon banyak diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu olahan berupa papan papan dengan ukuran tertentu sebagai bahan baku pembuat peti, papan penyekat, pengecoran semen dalam kontruksi, industri korek api, pensil, papan partikel, bahan baku industri pulp kertas dll.

Pohon Sengon

Pohon Sengon / Albasia 
Sengon dalam bahasa latin disebut Albazia Falcataria, termasuk famili Mimosaceae, keluarga petai – petaian. Di Indonesia, sengon memiliki beberapa nama daerah seperti berikut :

Jawa :jeunjing, jeunjing laut (sunda), kalbi, sengon landi, sengon laut, atau sengon sabrang (jawa).
Maluku : seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate), dan gosui (Tidore)

Bagian terpenting yang mempunyai nilai ekonomi pada tanaman sengon adalah kayunya. Pohonnya dapat mencapai tinggi sekitar 30–45 meter dengan diameter batang sekitar 70 – 80 cm. Bentuk batang sengon bulat dan tidak berbanir. Kulit luarnya berwarna putih atau kelabu, tidak beralur dan tidak mengelupas. Berat jenis kayu rata-rata 0,33 dan termasuk kelas awet IV – V.

Kayu sengon digunakan untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, peti kas, perabotan rumah tangga, pagar, tangkai dan kotak korek api, pulp, kertas dan lain-lainnya.

Tajuk tanaman sengon berbentuk menyerupai payung dengan rimbun daun yang tidak terlalu lebat. Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda dengan anak daunnya kecil-kecil dan mudah rontok. Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi untuk memasak makanan dan sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari udara bebas.

Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah, akar rambutnya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol kepermukaan tanah. Akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur.

Dengan sifat-sifat kelebihan yang dimiliki sengon, maka banyak pohon sengon ditanam ditepi kawasan yang mudah terkena erosi dan menjadi salah satu kebijakan pemerintah melalui DEPHUTBUN untuk menggalakan ‘Sengonisasi’ di sekitar daerah aliran sungai (DAS) di Jawa, Bali dan Sumatra.

Bunga tanaman sengon tersusun dalam bentuk malai berukuran sekitar 0,5 – 1 cm, berwarna putih kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bunga mekar terdiri dari bunga jantan dan bunga betina, dengan cara penyerbukan yang dibantu oleh angin atau serangga.

Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis, dan panjangnya sekitar 6 – 12 cm. Setiap polong buah berisi 15 – 30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil dan jika sudah tua biji akan berwarna coklat kehitaman,agak keras, dan berlilin.

Metode Budidaya Sengon Dengan Sistem Tumpang Sari

Menanam Pohon Sengon 
Hal paling menentukan dalam keberhasilan sistem tumpangsari adalah pengaturan jarak tanam. Jarak tanam harus diatur dengan tujuan bahwa intesitas sinar matahari dan nutrisi harus mampu mecukupi kebutuhan tanaman pokok ataupun tanaman sela. Jika jarak tanam terlalu dekat maka pertumbuhan dari tanaman akan terhambat dan tidak optimal. Hal yang menentukan penentuan jarak tanam diantaranya lebar tajuk, kerapatan tajuk, kondisi tanah, karakteristik akar, dan keadaan naungan.
Jarak tanam yang ideal untuk adalah jarak tanaman pokok (sengon) 4 x 1 m dan jarak 2 m diantara tanaman pokok tersebut dapat ditanami tanaman sela. Penamam dilakukan dengan arah larikan dari timur ke barat, hal tersebut dilakukan agar sinar matahari dapat menerobos masuk sepanjang hari sesuai dengan arah peredaran matahari dari timur ke barat.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa tinggi dari tanaman sela tidak boleh lebih tinggi dari tanaman pokok karena akan menghambat pertumbuhan tanaman pokok. Idealnya penanaman tanaman sela sebaiknya ditanam setelah tanaman pokok berusia 1 tahun sehingga tinggi tanaman pokok telah lebih dari 1 m. Ketersediaan nutrisi tanah juga mempunyai peranan yang penting, sehingga pemupukan harus rutin dilakukan untuk menjamin tercukupinya kebutuhan nutrisi dari tanaman pokok dan tanaman sela. Pemupukan untuk tanaman pokok sebaiknya dilakukan mulai saat membuat lubang tanam. Lubang tanam dibuat 1 bulan sebelum penanaman dengan ukuran lubang 40 x 40 x 40 cm. Aplikasi pupuk dilakukan dengan mencampur 2 kg kompos dan 2 ons pupuk kimia (Urea, TSP, NPK, KCL) untuk tiap-tiap lubang tanam. Pemupukan lanjutan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Selain pemupukan, tanaman pokok perlu dilakukan perawatan diantaranya prunning (pemangkasan cabang). Pemangkasan ini harus rutin dilakukan agar batang tanaman pokok tidak bercabang. Penanaman susulan untuk mengganti tanaman yang mati dapat dilakukan sampai umur tanaman pokok berusia 2 tahun. Pada umur 3-4 tahun dilakukan tebang penjarangan sekitar 50% dari populasi. Hal tesebut dilakukan untuk menjaga kerapatan sehingga pertumbuhan sengon dapat optimal. Tebang penjarangan dapat dilakukan secara selektif pada pohon yang memiliki pertumbuhan kurang baik dan memiliki cacat batang. Pemanenan sengon dilakukan saat umur sengon tersebut usia 6 tahun dengan estimasi diameter batang sebesar 30 cm.

Go Green

HOT "Pohon Kamboja Fosil"

HOT "Pohon Kamboja Fosil"
pohon kamboja fosil

Pohon Kamboja Fosil Unik

Pohon Kamboja Fosil Unik
Pohon Kamboja Unik, Kamboja Melengkung Antik, Kamboja Fosil

Pohon Pule Doyong

Pohon Pule Doyong
Pohon Pule Arya Flower

Pohon Pule

Pohon Pule
Pohon Pule Lingkar 3m
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More