Arya Flower

Facebook : Tanaman Hias Salatiga
Email : ari.complex@yahoo.co.id
YM : ari.complex
Phone & Whatsapp : 0813 1030 7553
BBM : 5B43F148


Arya Flower Menyediakan Rumput Gajah Mini & Rumput Jepang Untuk Kebutuhan Taman Anda.
Rumput Lamuran, Gajah liar untuk kebutuhan proyek.
Arya Flower merupakan kontraktor pohon besar, kami menyediakan dan menerima pesanan pohon hias, pohon penghijauan, pohon langka, pohon fosil.
Pohon Kamboja Fosil, Pohon Pule Besar, Pohon Body, Pohon Gayam, Pohon Flamboyan, Pohon Sepatu Dea, Pohon Baringtonia, Pohon Mojopahit, Pohon Kupu - Kupu, Aneka Palem, dll. Apapun kebutuhan tanaman anda, silahkan hubungi kami.
Kami juga melayani pembuatan taman, taman kolam, kolam ikan, kolam air mancur.
Arya Flower juga melayani proyek yang membutuhkan tanaman / pohon penghijauan.
Tampilkan postingan dengan label Pagar Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pagar Hidup. Tampilkan semua postingan

Senin

Jual Bambu Jepang

Bambu Jepang adalah bambu yang digunakan sebagai pagar hidup untuk taman atau lahan dengan dinding yang tinggi karena bambu jepang meski batangnya kecil tetapi bisa tumbu tinggi.
Selain bambu jepang, pilihan pagar hidup yang lain adalah bambu kuning dan bambu cendani.
Bambu Cendani mempunyai warna yang lebih hijau, daunnya lebih rimbun dan harganya lebih murah.

Selasa

jual bambu hias

jual bambu hias
bambu kuning
bambu jepang
bambu cendani

bambu hias jogja, bambu hias semarang, bambu hias solo, bambu hias klaten, bambu hias kendal, bambu hias purwodadi

bambu kuning

bambu kuning

bambu jepang

bambu cendani

bambu jepang

bambu hias

bambu pagar

bambu jepang

Minggu

Pagar Rumah

Siapa yang tidak mengenal tanaman bambu? Mulai dari kegunaannya sebagai tanaman pagar dan tanaman hias dalam taman hingga pemanfaatan bagian tanaman sebagai elemen interior dan eksterior, kerap kali mudah kita jumpai di sekitar kita
Pagar Bambu

Selain Tanaman Dadah dan Pucuk Merah untuk tanaman pagar hidup, kita juga dapat memanfaat kan Tanaman Bambu untuk pagar hidup, diantaranya Bambu Jepang, Bambu Kuning, Bambu Cendani, Bambu Cina, dll. Fungsinya sama yaitu untuk pagar hidup yang membedakan hanyalah kalau bambu bisa tumbuh lebih tinggi.

Bambu jepang, dalam taman mempunyai cukup banyak manfaat. Selain kesan asri dan nyaman pada tanaman bambu yang rimbun, tanaman ini dapat berfungsi sebagai pagar hidup rumah, pengontrol erosi tanah, penyimpan air, pemecah angin kencang, hingga kegunaan lainnya yaitu dipercaya dapat menyembuhkan sakit dan mendatangkan rejeki yang baik.

Bambu Jepang
Bambu Pagar Hidup
Secara garis besar, tanaman bambu dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu jenis merumpun dan menjalar (runners). Untuk jenis merumpun inilah yang banyak menjadi tanaman penghias taman rumah atau perkantoran. Sosoknya yang rimbun dikarenakan oleh anakan baru tidak tumbuh terlalu jauh dari induk tanaman. Untuk golongan menjalar, tanaman akan menjadi terlalu rimbun dan menyebar cukup luas. Hal ini disebabkan oleh tumbuhnya anakan baru yang relatif jauh jaraknya dari induknya. Umumnya jenis ini jarang digunakan pada taman dengan luas area yang sempit, karena penyebarannya yang relatif cepat dan akan mengganggu keberadaan tanaman atau bangunan taman disekitarnya. Dan jenis ini pula yang umumnya dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk-produk interior atau produk kerajinan.

Jenis tanaman bambu yang sering kita jumpai pada taman adalah .Bambu Jepang (Phylliastachis aurea) yang biasanya digunakan sebagai pagar atau tanaman penahan angin,, Bambu Kuning (Bambusa vulgaris) yang umumnya digunakan sebagai tanaman penutup dinding dan aksen warna kuning pada taman, Bambu Daging(Bambusa venticossa) yang digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penghasil batang bambu besar untuk kerajinan, Weeping Willow (Salix babylonica) yang berasal dari Cina dan bisanya ditanaman di area pinggir sungai serta Bambu Jepang/Bambu Hoki (Dracaena sanderiana) yang biasanya dijadikan tanaman hiasan meja untuk mendatangkan hoki jika diletakkan di sudut ruangan.

Pagar Bambu

Siapa yang tidak mengenal tanaman bambu? Mulai dari kegunaannya sebagai tanaman pagar dan tanaman hias dalam taman hingga pemanfaatan bagian tanaman sebagai elemen interior dan eksterior, kerap kali mudah kita jumpai di sekitar kita
Pagar Bambu

Selain Tanaman Dadah dan Pucuk Merah untuk tanaman pagar hidup, kita juga dapat memanfaat kan Tanaman Bambu untuk pagar hidup, diantaranya Bambu Jepang, Bambu Kuning, Bambu Cendani, Bambu Cina, dll. Fungsinya sama yaitu untuk pagar hidup yang membedakan hanyalah kalau bambu bisa tumbuh lebih tinggi.

Bambu jepang, dalam taman mempunyai cukup banyak manfaat. Selain kesan asri dan nyaman pada tanaman bambu yang rimbun, tanaman ini dapat berfungsi sebagai pagar hidup rumah, pengontrol erosi tanah, penyimpan air, pemecah angin kencang, hingga kegunaan lainnya yaitu dipercaya dapat menyembuhkan sakit dan mendatangkan rejeki yang baik.

Bambu Jepang
Bambu Pagar Hidup
Secara garis besar, tanaman bambu dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu jenis merumpun dan menjalar (runners). Untuk jenis merumpun inilah yang banyak menjadi tanaman penghias taman rumah atau perkantoran. Sosoknya yang rimbun dikarenakan oleh anakan baru tidak tumbuh terlalu jauh dari induk tanaman. Untuk golongan menjalar, tanaman akan menjadi terlalu rimbun dan menyebar cukup luas. Hal ini disebabkan oleh tumbuhnya anakan baru yang relatif jauh jaraknya dari induknya. Umumnya jenis ini jarang digunakan pada taman dengan luas area yang sempit, karena penyebarannya yang relatif cepat dan akan mengganggu keberadaan tanaman atau bangunan taman disekitarnya. Dan jenis ini pula yang umumnya dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk-produk interior atau produk kerajinan.

Jenis tanaman bambu yang sering kita jumpai pada taman adalah .Bambu Jepang (Phylliastachis aurea) yang biasanya digunakan sebagai pagar atau tanaman penahan angin,, Bambu Kuning (Bambusa vulgaris) yang umumnya digunakan sebagai tanaman penutup dinding dan aksen warna kuning pada taman, Bambu Daging(Bambusa venticossa) yang digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penghasil batang bambu besar untuk kerajinan, Weeping Willow (Salix babylonica) yang berasal dari Cina dan bisanya ditanaman di area pinggir sungai serta Bambu Jepang/Bambu Hoki (Dracaena sanderiana) yang biasanya dijadikan tanaman hiasan meja untuk mendatangkan hoki jika diletakkan di sudut ruangan.

Pagar Bambu Hidup

Siapa yang tidak mengenal tanaman bambu? Mulai dari kegunaannya sebagai tanaman pagar dan tanaman hias dalam taman hingga pemanfaatan bagian tanaman sebagai elemen interior dan eksterior, kerap kali mudah kita jumpai di sekitar kita
Pagar Bambu

Selain Tanaman Dadah dan Pucuk Merah untuk tanaman pagar hidup, kita juga dapat memanfaat kan Tanaman Bambu untuk pagar hidup, diantaranya Bambu Jepang, Bambu Kuning, Bambu Cendani, Bambu Cina, dll. Fungsinya sama yaitu untuk pagar hidup yang membedakan hanyalah kalau bambu bisa tumbuh lebih tinggi.

Bambu jepang, dalam taman mempunyai cukup banyak manfaat. Selain kesan asri dan nyaman pada tanaman bambu yang rimbun, tanaman ini dapat berfungsi sebagai pagar hidup rumah, pengontrol erosi tanah, penyimpan air, pemecah angin kencang, hingga kegunaan lainnya yaitu dipercaya dapat menyembuhkan sakit dan mendatangkan rejeki yang baik.

Bambu Jepang
Bambu Pagar Hidup
Secara garis besar, tanaman bambu dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu jenis merumpun dan menjalar (runners). Untuk jenis merumpun inilah yang banyak menjadi tanaman penghias taman rumah atau perkantoran. Sosoknya yang rimbun dikarenakan oleh anakan baru tidak tumbuh terlalu jauh dari induk tanaman. Untuk golongan menjalar, tanaman akan menjadi terlalu rimbun dan menyebar cukup luas. Hal ini disebabkan oleh tumbuhnya anakan baru yang relatif jauh jaraknya dari induknya. Umumnya jenis ini jarang digunakan pada taman dengan luas area yang sempit, karena penyebarannya yang relatif cepat dan akan mengganggu keberadaan tanaman atau bangunan taman disekitarnya. Dan jenis ini pula yang umumnya dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk-produk interior atau produk kerajinan.

Jenis tanaman bambu yang sering kita jumpai pada taman adalah .Bambu Jepang (Phylliastachis aurea) yang biasanya digunakan sebagai pagar atau tanaman penahan angin,, Bambu Kuning (Bambusa vulgaris) yang umumnya digunakan sebagai tanaman penutup dinding dan aksen warna kuning pada taman, Bambu Daging(Bambusa venticossa) yang digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penghasil batang bambu besar untuk kerajinan, Weeping Willow (Salix babylonica) yang berasal dari Cina dan bisanya ditanaman di area pinggir sungai serta Bambu Jepang/Bambu Hoki (Dracaena sanderiana) yang biasanya dijadikan tanaman hiasan meja untuk mendatangkan hoki jika diletakkan di sudut ruangan.

Bambu Cendani

Siapa yang tidak mengenal tanaman bambu? Mulai dari kegunaannya sebagai tanaman pagar dan tanaman hias dalam taman hingga pemanfaatan bagian tanaman sebagai elemen interior dan eksterior, kerap kali mudah kita jumpai di sekitar kita
Pagar Bambu

Selain Tanaman Dadah dan Pucuk Merah untuk tanaman pagar hidup, kita juga dapat memanfaat kan Tanaman Bambu untuk pagar hidup, diantaranya Bambu Jepang, Bambu Kuning, Bambu Cendani, Bambu Cina, dll. Fungsinya sama yaitu untuk pagar hidup yang membedakan hanyalah kalau bambu bisa tumbuh lebih tinggi.

Bambu jepang, dalam taman mempunyai cukup banyak manfaat. Selain kesan asri dan nyaman pada tanaman bambu yang rimbun, tanaman ini dapat berfungsi sebagai pagar hidup rumah, pengontrol erosi tanah, penyimpan air, pemecah angin kencang, hingga kegunaan lainnya yaitu dipercaya dapat menyembuhkan sakit dan mendatangkan rejeki yang baik.

Bambu Jepang
Bambu Pagar Hidup
Secara garis besar, tanaman bambu dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu jenis merumpun dan menjalar (runners). Untuk jenis merumpun inilah yang banyak menjadi tanaman penghias taman rumah atau perkantoran. Sosoknya yang rimbun dikarenakan oleh anakan baru tidak tumbuh terlalu jauh dari induk tanaman. Untuk golongan menjalar, tanaman akan menjadi terlalu rimbun dan menyebar cukup luas. Hal ini disebabkan oleh tumbuhnya anakan baru yang relatif jauh jaraknya dari induknya. Umumnya jenis ini jarang digunakan pada taman dengan luas area yang sempit, karena penyebarannya yang relatif cepat dan akan mengganggu keberadaan tanaman atau bangunan taman disekitarnya. Dan jenis ini pula yang umumnya dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk-produk interior atau produk kerajinan.

Jenis tanaman bambu yang sering kita jumpai pada taman adalah .Bambu Jepang (Phylliastachis aurea) yang biasanya digunakan sebagai pagar atau tanaman penahan angin,, Bambu Kuning (Bambusa vulgaris) yang umumnya digunakan sebagai tanaman penutup dinding dan aksen warna kuning pada taman, Bambu Daging(Bambusa venticossa) yang digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penghasil batang bambu besar untuk kerajinan, Weeping Willow (Salix babylonica) yang berasal dari Cina dan bisanya ditanaman di area pinggir sungai serta Bambu Jepang/Bambu Hoki (Dracaena sanderiana) yang biasanya dijadikan tanaman hiasan meja untuk mendatangkan hoki jika diletakkan di sudut ruangan.

Bambu Jepang Untuk Pagar

Siapa yang tidak mengenal tanaman bambu? Mulai dari kegunaannya sebagai tanaman pagar dan tanaman hias dalam taman hingga pemanfaatan bagian tanaman sebagai elemen interior dan eksterior, kerap kali mudah kita jumpai di sekitar kita
Pagar Bambu

Selain Tanaman Dadah dan Pucuk Merah untuk tanaman pagar hidup, kita juga dapat memanfaat kan Tanaman Bambu untuk pagar hidup, diantaranya Bambu Jepang, Bambu Kuning, Bambu Cendani, Bambu Cina, dll. Fungsinya sama yaitu untuk pagar hidup yang membedakan hanyalah kalau bambu bisa tumbuh lebih tinggi.

Bambu jepang, dalam taman mempunyai cukup banyak manfaat. Selain kesan asri dan nyaman pada tanaman bambu yang rimbun, tanaman ini dapat berfungsi sebagai pagar hidup rumah, pengontrol erosi tanah, penyimpan air, pemecah angin kencang, hingga kegunaan lainnya yaitu dipercaya dapat menyembuhkan sakit dan mendatangkan rejeki yang baik.

Bambu Jepang
Bambu Pagar Hidup
Secara garis besar, tanaman bambu dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu jenis merumpun dan menjalar (runners). Untuk jenis merumpun inilah yang banyak menjadi tanaman penghias taman rumah atau perkantoran. Sosoknya yang rimbun dikarenakan oleh anakan baru tidak tumbuh terlalu jauh dari induk tanaman. Untuk golongan menjalar, tanaman akan menjadi terlalu rimbun dan menyebar cukup luas. Hal ini disebabkan oleh tumbuhnya anakan baru yang relatif jauh jaraknya dari induknya. Umumnya jenis ini jarang digunakan pada taman dengan luas area yang sempit, karena penyebarannya yang relatif cepat dan akan mengganggu keberadaan tanaman atau bangunan taman disekitarnya. Dan jenis ini pula yang umumnya dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk-produk interior atau produk kerajinan.

Jenis tanaman bambu yang sering kita jumpai pada taman adalah .Bambu Jepang (Phylliastachis aurea) yang biasanya digunakan sebagai pagar atau tanaman penahan angin,, Bambu Kuning (Bambusa vulgaris) yang umumnya digunakan sebagai tanaman penutup dinding dan aksen warna kuning pada taman, Bambu Daging(Bambusa venticossa) yang digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penghasil batang bambu besar untuk kerajinan, Weeping Willow (Salix babylonica) yang berasal dari Cina dan bisanya ditanaman di area pinggir sungai serta Bambu Jepang/Bambu Hoki (Dracaena sanderiana) yang biasanya dijadikan tanaman hiasan meja untuk mendatangkan hoki jika diletakkan di sudut ruangan.

Bambu Kuning

Siapa yang tidak mengenal tanaman bambu? Mulai dari kegunaannya sebagai tanaman pagar dan tanaman hias dalam taman hingga pemanfaatan bagian tanaman sebagai elemen interior dan eksterior, kerap kali mudah kita jumpai di sekitar kita
Pagar Bambu

Selain Tanaman Dadah dan Pucuk Merah untuk tanaman pagar hidup, kita juga dapat memanfaat kan Tanaman Bambu untuk pagar hidup, diantaranya Bambu Jepang, Bambu Kuning, Bambu Cendani, Bambu Cina, dll. Fungsinya sama yaitu untuk pagar hidup yang membedakan hanyalah kalau bambu bisa tumbuh lebih tinggi.

Bambu jepang, dalam taman mempunyai cukup banyak manfaat. Selain kesan asri dan nyaman pada tanaman bambu yang rimbun, tanaman ini dapat berfungsi sebagai pagar hidup rumah, pengontrol erosi tanah, penyimpan air, pemecah angin kencang, hingga kegunaan lainnya yaitu dipercaya dapat menyembuhkan sakit dan mendatangkan rejeki yang baik.

Bambu Jepang
Bambu Pagar Hidup
Secara garis besar, tanaman bambu dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu jenis merumpun dan menjalar (runners). Untuk jenis merumpun inilah yang banyak menjadi tanaman penghias taman rumah atau perkantoran. Sosoknya yang rimbun dikarenakan oleh anakan baru tidak tumbuh terlalu jauh dari induk tanaman. Untuk golongan menjalar, tanaman akan menjadi terlalu rimbun dan menyebar cukup luas. Hal ini disebabkan oleh tumbuhnya anakan baru yang relatif jauh jaraknya dari induknya. Umumnya jenis ini jarang digunakan pada taman dengan luas area yang sempit, karena penyebarannya yang relatif cepat dan akan mengganggu keberadaan tanaman atau bangunan taman disekitarnya. Dan jenis ini pula yang umumnya dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk-produk interior atau produk kerajinan.

Jenis tanaman bambu yang sering kita jumpai pada taman adalah .Bambu Jepang (Phylliastachis aurea) yang biasanya digunakan sebagai pagar atau tanaman penahan angin,, Bambu Kuning (Bambusa vulgaris) yang umumnya digunakan sebagai tanaman penutup dinding dan aksen warna kuning pada taman, Bambu Daging(Bambusa venticossa) yang digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penghasil batang bambu besar untuk kerajinan, Weeping Willow (Salix babylonica) yang berasal dari Cina dan bisanya ditanaman di area pinggir sungai serta Bambu Jepang/Bambu Hoki (Dracaena sanderiana) yang biasanya dijadikan tanaman hiasan meja untuk mendatangkan hoki jika diletakkan di sudut ruangan.

Bambu Jepang

Siapa yang tidak mengenal tanaman bambu? Mulai dari kegunaannya sebagai tanaman pagar dan tanaman hias dalam taman hingga pemanfaatan bagian tanaman sebagai elemen interior dan eksterior, kerap kali mudah kita jumpai di sekitar kita
Pagar Bambu

Selain Tanaman Dadah dan Pucuk Merah untuk tanaman pagar hidup, kita juga dapat memanfaat kan Tanaman Bambu untuk pagar hidup, diantaranya Bambu Jepang, Bambu Kuning, Bambu Cendani, Bambu Cina, dll. Fungsinya sama yaitu untuk pagar hidup yang membedakan hanyalah kalau bambu bisa tumbuh lebih tinggi.

Bambu jepang, dalam taman mempunyai cukup banyak manfaat. Selain kesan asri dan nyaman pada tanaman bambu yang rimbun, tanaman ini dapat berfungsi sebagai pagar hidup rumah, pengontrol erosi tanah, penyimpan air, pemecah angin kencang, hingga kegunaan lainnya yaitu dipercaya dapat menyembuhkan sakit dan mendatangkan rejeki yang baik.

Bambu Jepang
Bambu Pagar Hidup
Secara garis besar, tanaman bambu dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu jenis merumpun dan menjalar (runners). Untuk jenis merumpun inilah yang banyak menjadi tanaman penghias taman rumah atau perkantoran. Sosoknya yang rimbun dikarenakan oleh anakan baru tidak tumbuh terlalu jauh dari induk tanaman. Untuk golongan menjalar, tanaman akan menjadi terlalu rimbun dan menyebar cukup luas. Hal ini disebabkan oleh tumbuhnya anakan baru yang relatif jauh jaraknya dari induknya. Umumnya jenis ini jarang digunakan pada taman dengan luas area yang sempit, karena penyebarannya yang relatif cepat dan akan mengganggu keberadaan tanaman atau bangunan taman disekitarnya. Dan jenis ini pula yang umumnya dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk-produk interior atau produk kerajinan.

Jenis tanaman bambu yang sering kita jumpai pada taman adalah .Bambu Jepang (Phylliastachis aurea) yang biasanya digunakan sebagai pagar atau tanaman penahan angin,, Bambu Kuning (Bambusa vulgaris) yang umumnya digunakan sebagai tanaman penutup dinding dan aksen warna kuning pada taman, Bambu Daging(Bambusa venticossa) yang digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penghasil batang bambu besar untuk kerajinan, Weeping Willow (Salix babylonica) yang berasal dari Cina dan bisanya ditanaman di area pinggir sungai serta Bambu Jepang/Bambu Hoki (Dracaena sanderiana) yang biasanya dijadikan tanaman hiasan meja untuk mendatangkan hoki jika diletakkan di sudut ruangan.

Bambu Pagar / Pagar Bambu

Siapa yang tidak mengenal tanaman bambu? Mulai dari kegunaannya sebagai tanaman pagar dan tanaman hias dalam taman hingga pemanfaatan bagian tanaman sebagai elemen interior dan eksterior, kerap kali mudah kita jumpai di sekitar kita
Pagar Bambu

Selain Tanaman Dadah dan Pucuk Merah untuk tanaman pagar hidup, kita juga dapat memanfaat kan Tanaman Bambu untuk pagar hidup, diantaranya Bambu Jepang, Bambu Kuning, Bambu Cendani, Bambu Cina, dll. Fungsinya sama yaitu untuk pagar hidup yang membedakan hanyalah kalau bambu bisa tumbuh lebih tinggi.

Bambu jepang, dalam taman mempunyai cukup banyak manfaat. Selain kesan asri dan nyaman pada tanaman bambu yang rimbun, tanaman ini dapat berfungsi sebagai pagar hidup rumah, pengontrol erosi tanah, penyimpan air, pemecah angin kencang, hingga kegunaan lainnya yaitu dipercaya dapat menyembuhkan sakit dan mendatangkan rejeki yang baik.
Bambu Pagar Hidup
Secara garis besar, tanaman bambu dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu jenis merumpun dan menjalar (runners). Untuk jenis merumpun inilah yang banyak menjadi tanaman penghias taman rumah atau perkantoran. Sosoknya yang rimbun dikarenakan oleh anakan baru tidak tumbuh terlalu jauh dari induk tanaman. Untuk golongan menjalar, tanaman akan menjadi terlalu rimbun dan menyebar cukup luas. Hal ini disebabkan oleh tumbuhnya anakan baru yang relatif jauh jaraknya dari induknya. Umumnya jenis ini jarang digunakan pada taman dengan luas area yang sempit, karena penyebarannya yang relatif cepat dan akan mengganggu keberadaan tanaman atau bangunan taman disekitarnya. Dan jenis ini pula yang umumnya dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk-produk interior atau produk kerajinan.

Jenis tanaman bambu yang sering kita jumpai pada taman adalah .Bambu Jepang (Phylliastachis aurea) yang biasanya digunakan sebagai pagar atau tanaman penahan angin,, Bambu Kuning (Bambusa vulgaris) yang umumnya digunakan sebagai tanaman penutup dinding dan aksen warna kuning pada taman, Bambu Daging(Bambusa venticossa) yang digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penghasil batang bambu besar untuk kerajinan, Weeping Willow (Salix babylonica) yang berasal dari Cina dan bisanya ditanaman di area pinggir sungai serta Bambu Jepang/Bambu Hoki (Dracaena sanderiana) yang biasanya dijadikan tanaman hiasan meja untuk mendatangkan hoki jika diletakkan di sudut ruangan.

Kamis

Pagar Hidup Untuk Taman

Percantik Hunian dengan Pagar Hidup

Pagar Rumah tidak harus bermaterial keras seperti besi, beton, batu, atau aluminium yang masif dan kaku. Material lunak seperti tumbuhan pun bisa dimanfaatkan menjadi pelindung rumah. Sebagai wajah rumah, pagar harus tampil menarik karena akan mencerminkan keseluruhan tampilan hunian. Kalau pagarnya saja tidak menarik, tampilan rumah pun jadi kurang menarik.

Elemen terdepan pada hunian ini sangat penting, baik secara fungsional maupun estetika. Kehadiran pagar tanaman khususnya, selain memberi tampilan yang berbeda dengan nuansa hijau, dapat pula mengantarkan atmosfer alami pada fasad rumah. Pagar tanaman pun memiliki fungsi ekologis. Karenanya, sebelum mengaplikasikan tanaman sebagai pagar, ada dua hal yang menjadi pertimbangan, sbb.:

1. Tanaman bukan merupakan pagar masif. Pagar tanaman sifatnya semipermanen. Untuk menjadikannya pagar, tanaman ini bisa dikombinasikan dengan pagar besi, kayu, atau tembok.

2. Pertimbangkan fungsi pagar yang ingin ditampilkan, apakah ingin menonjolkan fungsi estetika, hanya sebagai pengaman, atau ekologis (untuk meredam kebisingan dan menyerap polusi). Fungsi ini nantinya akan berpengaruh dalam pemilihan jenis tanaman dan perawatannya.

Untuk memudahkan perawatan pagar hidup, pilih jenis tanaman yang tidak perlu dipangkas seperti tanaman puring yang memiliki beragam varian bunga dan daun, tanaman hijau seperti tanaman Dadah (bahasa jawa), Pucuk Merah, serta tanaman berbunga indah seperti bunga sepatu.

Pucuk Merah

Tanaman Dadah Pagar Hidup

Tanaman Pagar Hidup

Banyak Kelebihan

Pagar hidup memiliki banyak kelebihan, apalagi bagi pencinta tanaman, karena dapat memilih dan mengkreasikan sendiri jenis tumbuhan, tinggi-rendahnya, dan bentuk tanaman yang ingin dijadikan pagar.

Kendati demikian, sebaiknya tentukan dulu bentuk tampilan pagar itu, sebaiknya bentuk pagar dan jenis tanaman diselaraskan dengan konsep taman serta arsitektur rumah sehingga tercipta harmonisasi dalam keseluruhan hunian. Misalnya untuk rumah tropis, bisa dipilih tanaman berbunga indah seperti bunga sepatu dan tanaman dadah, Pucuk Merah atau tanaman berdaun seperti puring. Sementara itu untuk rumah modern, bisa dipilih tanaman yang simpel, seperti jenis bambu-bambuan.

Mengenai tinggi-rendahnya, tinggi optimal pagar 1 - 1,5 meter, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan lebar halaman. "Misalnya lebar halaman 10 meter, maka lebar pagar cukup 5-7 meter dengan tebal tanaman antara 30-50 cm. Makin tebal tanaman akan makin meredam kebisingan.

Selain itu, tinggi-rendahnya tanaman pagar menandakan sifat dari penghuninya. Pagar tanaman yang rendah memberi kesan bahwa penghuninya adalah orang yang terbuka, suka bersosialisasi, dan ramah. Sementara itu, pagar yang tinggi menunjukkan si empunya merupakan orang yang tertutup dan tidak suka diganggu kehidupan pribadinya. Selain itu, pagar yang tinggi juga menandakan pemiliknya memperhatikan keamanan pada huniannya.

Rabu

Tanaman Pagar (Dadah)

Tanaman Dadah sangat cocok dijadikan untuk tanaman pagar atau pembatas

Dadah

Tanaman Dadah

Tanaman Pagar (Dadah)

Go Green

HOT "Pohon Kamboja Fosil"

HOT "Pohon Kamboja Fosil"
pohon kamboja fosil

Pohon Kamboja Fosil Unik

Pohon Kamboja Fosil Unik
Pohon Kamboja Unik, Kamboja Melengkung Antik, Kamboja Fosil

Pohon Pule Doyong

Pohon Pule Doyong
Pohon Pule Arya Flower

Pohon Pule

Pohon Pule
Pohon Pule Lingkar 3m
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More